Future Funk Nostalgia
Halo. Gue suka dengerin musik, dan gue juga seneng bikin mixtape, tapi gue ngga bisa produce music, and I don’t know jack shit about musical notes. Tulisan ini mungkin agak terkesan sotoy bagi orang yang ngerti musik, tapi tetep gue coba tulis pake style gue ya. Jadi akhir-akhir ini gue lagi hooked up banget sama […]
Halo. Gue suka dengerin musik, dan gue juga seneng bikin mixtape, tapi gue ngga bisa produce music, and I don’t know jack shit about musical notes. Tulisan ini mungkin agak terkesan sotoy bagi orang yang ngerti musik, tapi tetep gue coba tulis pake style gue ya. Jadi akhir-akhir ini gue lagi hooked up banget sama lagu-lagu yang bergenre future funk. Apakah itu? Future funk, kalo yang gue baca-baca dari source paling terpercaya di dunia, the internet, merupakan turunan genrenya vaporwave. Apa lagi itu? Vaporwave, yang juga turunan dari Chillwave, yang ternyata turunan dari Electropop, pada akhirnya, mamangnya genre-genre musik di atas adalah electronic. Nah, balik lagi ke future funk. Genre ini bisa ditandai dengan beberapa faktor, they are:
  1. Sample Based: biasanya produser musik genre ini tuh ngambil lagu-lagu funk/disco yang jadul jaman 80s/90s, nambah layer-layer macem drum & bass, dan dijadiin sampling buat bikin musik yang mereka mau, seperti yang dijelaskan dengan singkat, padat, dan jelas oleh moe shop, salah satu artis future funk favorite gue, di video ini:
  1. Japanese Anime: entah kenapa, banyak banget lagu future funk yang terinsipirasi dan make sample dari anime-anime jepang. Gue suka banget ama yang namanya soundtrack kartun-kartun jepang. I grew up listening to them, may it be the opening or the ending song, dan memang, ost anime jepang taun 90an juga heavily influenced by house & disco music, genre yang lagi emerging taun-taun segitu.
  1. Dance-along: kalo faktor ini bener-bener perasaan gue secara subjektif sih, haha. Hampir semua lagu future funk itu enak banget buat bikin badan goyang (what?), dan ini juga mungkin karena pengaruh beberapa elemen dari genre funk, disco, dan electronic, yang emang tujuannya buat bikin goyang.
tumblr_lyrzc90yg11qd8t4mo1_500 Jadi kalau boleh gue simpulin, future funk itu sebenarnya bukan genre yang original, but it’s like a whole new re-package of 80s/90s disco, dan lagi, karena musik ini banyak yang sampling soundtrack anime jepang, ada value yang lebih buat gue dari musik ini, yaitu sense of nostalgia yang gue dapet ketika gue denger lagu ini. It was like I’m back in the 90s again, sunday morning, and pumped up to see the cartoon that I’ve been waiting for the whole week. Kalo lo punya kartun favorit pas masih kecil, let’s say dragon ball, ngga suka dragon ball? Pls get out, nah lo pasti tau kan rasanya waktu dengerin opening songnya? That’s exactly what I’m feeling pas dengerin future funk ini. So fun. Kalau misalnya lo masih bingung juga sama yang namanya future funk, tenang aja, jangan bingung lagi karena di bagian terakhir tulisan ini, let me do my shameless plug, and take a chance to hear this future funk mixtape that I’ve made. Tadi kan gue udah bilang ya kalau gue suka bikin mixtape. Sedikit cerita tentang hobi gue yang satu ini, mindset gue tuh tiap bikin mixtape gimana caranya supaya ini bisa jadi sebuah “journey”. Jadi berdasarkan mindset ini gue nyari-nyari lagunya yang pas, dan bikin transisi yang enak dari lagu-ke-lagu, sampe jadi satu “journey” yang utuh. Jikalau gue terdengar nonsense, silakan langsung didenger mixtape gue yang satu ini. Enjoy, and go dance like no one's watching.

Doki-doki by Mnhd on Mixcloud

Terakhir, jika memang misalnya lo tertarik sama yang namanya future funk, find out more about the music and the artist in here. Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *