The Beatles dan The End
Gue mau sotoy nulis tentang The Beatles. Iya yang kata orang-orang adalah "The Greatest Band Ever". Tepatnya lagunya doang sih, bukan The Beatlesnya. Soalnya apalah saya ini, pas pertama kali melek di dunia ini juga bandnya udah bubar. Jadi gue nulis tentang lagu yang baru-baru ini gue suka aja ya, nulisnya juga ngasal tanpa teori nulis atau […]
Gue mau sotoy nulis tentang The Beatles. Iya yang kata orang-orang adalah "The Greatest Band Ever". Tepatnya lagunya doang sih, bukan The Beatlesnya. Soalnya apalah saya ini, pas pertama kali melek di dunia ini juga bandnya udah bubar. Jadi gue nulis tentang lagu yang baru-baru ini gue suka aja ya, nulisnya juga ngasal tanpa teori nulis atau apapun, paling cuma keinget teori writing pas beberapa tahun yang lalu les IELTS doang, itu juga writing gue paling jelek nilainya. he he he. Oke, jadi kenapa bisa tiba-tiba lagunya Beatles, setelah 2 tulisan saya sebelum ini membahas lagunya Bara Suara sama Kelompok Penerbang Roket? Yang dua sebelumnya band Jakarta dan Bekasi (bekasi ga sih Bara Suara? setau gue Iga dari bekasi sih, oh The Trees and The Wild ya yang pure band Bekasi, btw kapan ya TTATW rilis album? udah diujung nihhh nungguin Saija) yang satu dari Liverpool, UK. Jawabannya adalah Bodo Amat nyet, gue lagi suka jadi ya nulis itu aja. Daripada ga suka terus dipaksa - paksain suka, nantinya susah boss #eh. Jadi The Beatles ini...... eh siapa sih yang ga tau The Beatles? anak-anak yang sekarang suka sama Justin Bieber atau One Direction aja pasti tau The Beatles itu apa, at least tau lah Let it Be atau Hey Jude.
958eded46923eb030237992341650a20
pasti mbaknya lagi stretching
  Lanjut lagi ke alasan kenapa saya nulis tentang lagu The Beatles ini adalah karena waktu saya di kuliah di Bandung, saya ngeliat sebuah quote di Maja House (kalo ga salah ya) yang ternyata diambil dari lagunya The Beatles. Tapi saya baru tau itu diambil dari lagu yang mana dan literally ngedengerin lagunya sekitar 2 bulan ini lah. I read that particular quote like 5 years ago I think.  
152923_tumblr_lao1k6cwdz1qzxhoso1_500
ini dia
  That quote shook me hard, entah kenapa, mungkin quotenya sangat mencerminkan hukum karma (The Beatles sempet main ke India, belajar meditasi untuk widen their consciousness setelah a period of heavy drug use) dan mungkin karena orang tua gue divorce jadi gue merasa kurang dicintai #jiegitu haha; dan kalimat ini seperti  meng-ensure bahwa no matter what is the circumstance, as long as you give love, you will receive love, in the end. Entah kenapa, pas baca ini waktu itu rasanya anget gitu sebadan-badan, mungkin gara-gara vodka sih tapi hehe. Sekitar satu bulan yang lalu, ada acara live music di Foundry, nah The Subs (vokalisnya adalah Aqi Alexa wow mantab) disitu khusus ngebawain lagu-lagu cover The Beatles. Setelah 2 lagu yang gue sering denger tapi ga tau, bang Aqi tiba tiba nyanyiin ".. And in the end, the love you take is equal to the love you make~" Shit merinding gue. Sepulang ke rumah, I google the shit out, and I found out lagunya adalah....... "The End". Ternyata lagu ini adalah lagu terakhir yang direkam oleh ke-4 beatle (John, Paul, George, Ringgo) dan jadi lagu penutup dari album Abbey Road. Thirty minutes of youtube later, I found out that the song is actualy the third and the final part of a medley consisting of "Golden Slumbers", "Carry That Weight", and "The End". Ternyata lagu ini lebih dalem daripada yang saya kira bapak-bapak ibu-ibu. Please have a listen. https://www.youtube.com/watch?v=L7BegrjW9bs Orang- orang akan punya persepsi yang beda-beda pasti. Cuma menurut saya ketiga lagu ini seperti melambangkan sebuah perjalanan seseorang. Entah seumur hidup atau satu part dari hidupnya, let me elaborate: Di judul Golden Slumber / part 1 lagu ini McCartney menyanyikan lirik: Once there was a way to get back homeward   Once there was a way to get back home   Sleep pretty darling do not cry   And I will sing a lullaby  I don't know man, those words  are pretty sad to me. Seperti seseorang yang abis melakukan suatu kesalahan dalam hidupnya, and there is no turning back, no way to get back home. Paul juga main pianonya somber banget tonenya, hiks. Di judul Carry That Weight / part 2 lagu ini, Paul menyanyikan lirik: Boy, you gotta carry that weight Carry that weight a long time Boy, you gotta carry that weight Carry that weight a long time I never give you my pillow I only send you my invitation And in the middle of the celebrations I break down Saddest and loneliest lines ever. Mood lagunya aneh, karena pas di verse part 1 lagunya ceria kayak dia udah nerima keadaan, tapi begitu ke part "I never give you my pillow..." langsung sedih lagi. Galau lah kayanya Sir Paul. Banyak versi sih, katanya ini Paul bikin buat John Lennon sm Yoko Ono, yang bikin bubar beatles, and "Boy, you gotta carry that weight" for breaking up the beatles. Ada yang bilang ini Paul tulis dengan The Beatles yang coming to an end, "And in the middle of the celebrations, I break down". Di judul The End / part 3 (terakhir) ini paul cuma menyanyikan beberapa patah kata: And in the end, the love you take is equal to the love you make Disini setiap personil The Fab Four ada part solo-nya masing-masing. Including Ringo Starr yang sebenernya mager solo drum anaknya. George, Paul, sama John masing-masing ada gitar solo, tiap orang 2 bar, terus sequencenya ulang lagi. The song itself is very ... apa ya, resolving? Like a song that would be played at the ending of a very long, gripping, exciting movie. No matter what the ending are, happy or sad, you're just grateful that you have seen the movie, seen the process, seen the good and the bad, you enjoy the ride. After all the guitar wailings and the cymbals crashing, tiba-tiba semua mute, yang terdengar cuma pianonya Paul, sooo daunting. The rest is history, he sings what I think the best lyrics the group ever made. Ini ada quote dari John Lennon pas di interview Playboy:
"That's Paul again ... He had a line in it, 'And in the end, the love you get is equal to the love you give,' which is a very cosmic, philosophical line. Which again proves that if he wants to, he can think."Lennon misquoted the line; the actual words are, "And in the end, the love you take is equal to the love you make."
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *