Winter is Coming to All the TVs Near You
Hari ini 25 April 2016 adalah hari raya bagi fanboys/girls nya Game of Thrones, kenapa? karena hari ini merupakan premiere Season ke 6 yang udah ditunggu-tunggu dari dulu. Udah pada nonton belom? kalo udah, gud, kalo belom nonton lah, kalo ngga suka ya ngga usah baca, gih cabut. Jadi sebenarnya apa sih yang spesial dari […]
Hari ini 25 April 2016 adalah hari raya bagi fanboys/girls nya Game of Thrones, kenapa? karena hari ini merupakan premiere Season ke 6 yang udah ditunggu-tunggu dari dulu. Udah pada nonton belom? kalo udah, gud, kalo belom nonton lah, kalo ngga suka ya ngga usah baca, gih cabut. Jadi sebenarnya apa sih yang spesial dari game of thrones? apa sih yang spesial dari season ke 6 ini? Untuk mencari jawabannya, mari sejenak kita telusuri lebih dalam. Peringatan: tulisan ini mungkin bakal berisi spoiler berats, penulis akan sebisa mungkin menghindari nulis spoiler, tapi kalau emang ngga bisa dihindari, apa boleh buat, viewer discretion is advised. Game of thrones ini merupakan serial TV yang diadaptasi dari serial novel karangan George RR Martin, yang berjudul A song of Ice and Fire. nama Game of Thrones sendiri diambil dari judul novel pertama dari seri ini. Gue inget pertama kali nonton seri ini. 2011, Jaman kuliah tingkat akhir dulu, hidup masih ngga jelas (sekarang juga sih), kerjaan cuma main fifa sambil nyusun skripsi di kontrakan temen. Biasanya 4 orang anak di kontrakan ini nonton masterchef, supaya laper sebelom nyari makan keluar. Tapi suatu hari, salah seorang penghuni kontrakan, sebut saja N, yang juga nulis di website ini, ngerekomen buat nonton series ini. Sebelom nonton ini, gue ngga pernah ngikutin tv series apapun. Tapi setelah nonton episode pertama serial ini, dalam diri gue muncul semacem unhealthy obsession, yang sama gue rasain pas kecil dulu pas lagi ngikutin Harry Potter. Yes I’m a potterhead, I wept when Sirius died in the book, wept dammit. Simply put, Game of Thrones itu kaya Harry Potter, but for adults, tapi gue boong. Yang sama dari Game of Thrones dan Harry Potter itu Cuma jumlah bukunya, yang sama-sama 7 volume. Kebetulan mungkin. 7 juga angka favorit gue, kebetulan juga. Kontennya? Man, you wish they were the same. Jadi kenapa gue bisa bilang ada obsesi yang sama buat ngikutin series ini sama kaya dulu gue ngikutin Harry Potter? Let’s rewind back again to the early 2000s, jaman sd dulu, when I got my first hand on the series, the Harry Potter one, not the Ice and Fire one. Buku ini jadi gateway drugs gue buat baca novel. I used to read those books in one or two sittings, brought them and re-read it when going back to the ancestral home (aka mudik), nyokap gue sampe bilang “Itu Harry Potter dibaca terus sampe lecek, kenapa Al-Qur’an ngga?”. Pertanyaan yang dalem banget kalo gue pikir2 lagi sekarang. (Mom, srsly I’ll read the Quran more diligently). But for a kid like me, Harry, Ron, and Hermione are like my imaginary childhood friends, the kind of friends that you always want to cheer for and root for along their magical journey in the wizarding world. Jadi, setelah gue tamatin ini buku, a chapter in my life also kinda ends with them. That epilogue scene in the Platform 9 ¾, both in the book and the movie, that was proper ending my friend. Setelah Harry Potter, gue masih baca novel yang settingannya sebelas-duabelas sama Harry Potter, teenlit fantasy gitu macem Artemis Fowl, Percy Jackson, Bartimaeus Trilogy, etc. tapi yang gue rasain efeknya ngga sehebat Harry Potter. Different drugs, different effect they say. Nah balik lagi ke waktu pertama kali gue nonton Game of Thrones. Setelah gue kelar nonton season 1, temen gue bilang kalo series ini diadaptasi dari novel. Then I thought, “Why not?” let’s give those books a read. So I brought all the books in the series. Baru 5 buku yang keluar waktu itu. A Game of Thrones, A Clash of Kings, A Storm of Swords, A Feast for Crows, dan A Dance with Dragons. And so it begin, again, the same feeling that I get when I obsessed with Harry Potter. Secara plot, jauh banget sebenarnya dari Harry Potter and the like. While most fantasy lit deals with good vs evil, yang udah jelas siapa jagoannya, siapa yang jahat, and in the end the good will prevail. Classic model of storyline, yes. Nah kalau di Game of Thrones ini, the story is kind of fucked up mess, there is good, there is evil, but you may never know who’s what, so a beautiful fucked up mess. Maybe it’s the settings, maybe it’s the story, maybe it’s the character, maybe it’s the violence, maybe it’s the intrigue, maybe it’s the sex, maybe it’s the prophecies, maybe it’s the dragon, maybe it’s the fan theories and speculations, or maybe it’s all of the above that got me hooked up with this hell of a drug, A Song of Ice and Fire. Whatever it was, it’s enough to make me wait 5 years just to read them again before the season 6 of the show premiered. Mungkin penjelasan di atas masih sangat kurang dan tidak menjelaskan sama sekali, karena itu, gue kasih season recap buat kalian yang masih bingung Game of Thrones ini tentang apa sih, icip nih (Spoilers ahead):

Season 1:

Ned_stark
Just a city boy, born and raised in Winterfell, he took a midnight train goin anywheeere

Season 2: 

boom
Cause baby you’re a firewooork

Season 3: 

Game-of-Thrones-Season-3-Daenerys-Targaryen-Animated_zps8bc9917a
Oops I did it again

Season 4:

trial
You know that I could use somebodeeehhh

 

Season 5: 

giphy
How you like me now?
 
Sebenarnya, udah banyak perbincangan dari season 4 dan 5 kemarin buat yang baca dan yang nonton doang, yang baca protes soalnya banyak yang beda dari buku, yang nonton kesel karena yang baca snobs banget. Balik lagi ke hari ini, 25 April 2016, THE WAIT IS OVER. Episode 1 dari Season 6 yang ditunggu-tunggu akhirnya tayang juga tadi pagi di Indonesia, dan selalu pertanyaan yang menggantung pada setiap fanboys/girls: Is R+L=J? Cleganebowl confirmed? LSH is coming? Bran can fly? what? why? how? pada akhirnya kesimpulan kita semua sama. We know nothing. Winter is coming my friend. Monday pls come sooner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *