To Anyone Who’s Having One of Those Days
Ketika saya denger kata-kata "one of those days", I usually assume "those days" are bad days. Actually it works both ways I guess. Ini pertama kalinya lagi saya nulis setelah pindah ke kantor baru. Banyak banget sebenernya ide untuk tulisan tapi biasalah generasi sok sibuk bilangnya gak ada waktu. Dan pertama kalinya saya nulis lagi […]
Ketika saya denger kata-kata "one of those days", I usually assume "those days" are bad days. Actually it works both ways I guess. Ini pertama kalinya lagi saya nulis setelah pindah ke kantor baru. Banyak banget sebenernya ide untuk tulisan tapi biasalah generasi sok sibuk bilangnya gak ada waktu. Dan pertama kalinya saya nulis lagi setelah punya pacar (cie) (saya ternyata manusia biasa yang bisa jatuh cinta lagi) (kya) (setelah 5 fabolous years of single life) (sedap). Fakta ini saya beberkan karena biar nanti gak kaget aja ada kata-kata "pacar saya" gitu di tulisan ini. Ceilah bilang aja pamer. Ya ... Hari ini ingin sekali saya dokumentasikan. Karena today is one of my good days. People say count your blessings. Here I am counting them and writing about them. 0. Berangkat ke kantor Hari ini dimulai pagi sekali. Berangkat ke kantor bareng pacar jam 7 pagi dan sarapan bareng. Dan dimulailah good day saya.
Mo ke kantor neh! #LahMundur via GIPHY
1. Dapet kabar kalau Mbak yang mudik bakal balik lagi Ini adalah momen yang krusial karena saya sayang banget mbak karena masih keukeuh gak bisa pasang seprei se-rapi Indung (moi mum). Dan ya, semua kehidupan domestik lainnya. Suddenly life doesn't suck anymore.
#GewdLyfe via GIPHY
2. Semua meeting dan tasks berjalan lancar Pagi hari hampir semua to-do list saya kelar sebelum makan siang. Habis makan siang, dihabiskan dengan mengikuti serangkaian meeting sampai jam pulang-kantor *brand masuk*. Ada isu kemarin untuk satu task saya. Dan hari ini semuanya beres. Alhamdulillah ya Allah. Saya lagi belajar untuk hanya menghabiskan waktu 30 menit saja untuk weekly update sama siapapun. Nah hari ini emang lebih dari 30 menit tapi ... berjalan efektif, co-worker kooperatif dan hampir semua update nya adalah "udah kelar, Mar!"
Busy banget. via GIPHY
3. One-on-one/coaching with my boss Session ini banyak bikin belajar dan reflect diri sendiri. Semakin tahu mau kemana arah karir saya. Plus, sesi mengeluarkan gundah gulana pekerjaan saya. Senang sekali punya boss yang mengedepankan people development, both professionally and personally, both management and expertise. Banyak masukan dan real-life experience stories untuk saya belajar manage tasks dan how-to-lead. Uber fun. Tapi masukan yang paling bikin "anjing ya lo eh tapi bener sih." adalah waktu bos saya bilang,
"You gotta step up. It's challenging and there are certain stuff you're going to have to sacrifice. It takes the fun out of some part of your life, but you have to grow up."
Adulting. via GIPHY
Dan apakah salah satu contohnya,
"For example, not going to Pao* every week."
*place I usually go for dancing. And dancing only. Lol
4. Hairdryer yang saya beli secara online akhirnya datang! Super seneng karena as one of the member of fuzzy girls league, hairdryer handal adalah one of the best thing in life. Ya Allah, akhirnya Marla bakal cakep.
This is the real me. via GIPHY
Awalnya sempet ragu beli di ralali.com karena gak pernah denger sebelumnya dan sebenernya ini e-commerce B2B yang jualannya adalah ... bor, kran, alat kesehatan, GPS, etc. Ngeeeng. Tapi ternyata Rere datang. Nama brand nya 'Remington'. Aku kasih nama hairdryer aku karena dia keren banget bisa muter sendiri. Luv. 5. Ngobrol santai keluh kesah sama salah satu idola saya di kantor Jadi salah satu Product Manager di kantor itu seorang perempuan yang nge-lead IT crowd yang isinya cowok semua. She's so cool. Isi ngobrol santainya ngomongin kinerja orang sih. But it's fun that we share the same opinion on how "to do your job an behave professionally". He he he.
*kram paha* via GIPHY
6. Mencoba tempat kopi yang belum kita kunjungi Kita disini adalah saya dan pacar. Cie. Dan ... kopi nya enak. Namanya Greenwood. Tapi belum ngalahin Tuku sih. Terus tempatnya lucu gitu. Rumah dijadiin coffee shop kecil. Terus disana, we talked about our day. Mostly about our jobs. Partner/career advisor/supir. Ngeeeeng.
Us. via GIPHY
7. Makan Ayam Geprek Wong Sugih! Terkesan seperti artikel soft-selling ya. Ujung-ujungnya brand masuk. *smooth* Saya udah ngidam banget makan ini makanan dari kemaren tapi belum buka abis lebaran yekan. Sampai akhirnya sahabat saya ngajak makan di restorannya langsung. Jadi cus. Disana ketemu sama Toni, salah satu owner nya dan juga sahabatnya sahabat saya. What an inner circle night. Seru banget karena kita ngobrol segala macem dan ketawa-ketawa. Pacar saya masih ikutan. Hahahihi with your closest people is always the best.
via GIPHY

Ya intinya ... hari ini saya senang sekali! Selain emang pengen cerita, if you stumble upon this post and read through, pengen kasih semangat aja untuk anyone out there who currently are struggling with "one-of-those-days and those are the bad ones" phase. The good ones are coming, my friends. May we all lead (cause you don't just "live" your life, gotta lead it) our lives and love it. To betters days.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *